SERVO MECHANISM

Fikiran bawah sadar atau alam bawah sadar manusia merupakan blue print kehidupan seseorang. Program yang tertanam di dalam fikiran bawah sadar akan mengendalikan mekanisme servo manusia untuk mendapatkan semua yang diprogramkan didalam fikiran bawah sadarnya. Manusia tidak akan pernah keluar dari target dan sasaran yang tertanam didalam fikiran bawah sadarnya selama program tersebut tidak berubah. Tanpa disadari banyak manusia yang menanamkan program yang tidak di-inginkannya didalam fikiran bawah sadar, dan ia tercengang mengapa ia selalu menemui kegagalan, mengapa hidupnya selalu dirundung kesulitan, mengapa keberuntungan tidak berpihak kepada dirinya.

 

Fikiran dan perasaan negatif yang tertanam didalam alam bawah sadarnya telah menuntun mekanisme servo untuk mendatangkan semua kejadian buruk itu dalam kehidupannya. Walaupun fikiran sadarnya tidak menginginkan hal itu, berulang ulang ia mengatakan saya tidak pernah menginginkan hal ini terjadi, tapi mengapa hal itu tetap berulang? Fikiran bawah sadar jauh lebih kuat daripada fikiran sadar, mekanisme servo juga hanya patuh pada program yang tertanam pada fikiran bawah sadar, ia tidak pernah menghiraukan seruan fikiran sadar. Jika fikiran sadar menginginkan sesuatu yang bertentangan dengan fikiran bawah sadar dapat dipastikan apa yang diinginkan fikiran sadar tidak akan tercapai. Kecenderungan apa yang sering kita alami dalam kehidupan merupakan penjelmaan dari fikiran bawah sadar, mekanisme servo akan selalu menjelmakan apa yang tergambar didalam fikiran bawah sadar.

 

Kecenderungan apa yang sering kita alami dalam kehidupan merupakan penjelmaan dari fikiran bawah sadar, mekanisme servo akan selalu menjelmakan apa yang tergambar didalam fikiran bawah sadar. Kecenderungan itu akan terus berulang jika program yang tertanam didalam fikiran bawah sadar tidak diubah. Seorang perokok, pejudi, pezinah, pencuri, pemabuk, orang yang cenderung susah, melarat , gagal, gelisah, cemas akan tetap demikian selama program fikiran bawah sadarnya tidak dirubah. Mekanisme servo akan terus bekerja menjelmakan semua program yang terdapat didalam fikiran bawah sadarnya, dan ia akan cenderung mengalaminya secara berulang. Sigmund Freud, seorang tokoh psikologi terkemuka mengatakan bahwa sebagian besar perilaku manusia dipengaruhi oleh Pikiran Bawah Sadarnya. Kekuatan pikiran bawah sadar mempengaruhi sebesar 88% dari tindakan kita, sedangkan kekuatan pikiran sadar hanya berpengaruh sebesar 12%. Banyak orang berjuang untuk berubah atau berjuang untuk sukses dengan kerja keras, namun tidak kunjung berhasil. Itu karena mereka tidak tahu bagaimana menggunakan kekuatan pikiran bawah sadar. Sebenarnya pikiran kita terdiri dari 4 level kesadaran, yang mana setiap level-nya memiliki fungsi penting yang tidak terpisahkan.

 

Pikiran adalah pusat kesadaran yang memproses pemikiran, ide, persepsi, perasaan dan menyimpan pengetahuan serta memori. Sebagaimana otak yang terdiri beberapa bagian, pikiran juga terdiri dari empat level atau empat tingkat. Empat level pikiran itu adalah:

  1. Pikiran Tidak Sadar (Unconscious Mind) Pikiran Tidak Sadar adalah pikiran yang sudah ada sejak Anda dalam kandungan. Pikiran Tidak Sadar terhadap pada semua mahkluk hidup, termasuk tumbuhan, binatang dan manusia. Ini adalah pikiran yang berfungsi untuk mengatur proses kehidupan suatu makhluk hidup. Pikiran tidak sadar punya dua fungsi utama yaitu: Mempertahankan kehidupan dan melestarikan keturunan. Jika Anda mengenal orang yang terlalu takut mati, takut sakit, takut miskin atau tidak bisa mengendalikan nafsu seks-nya, maka itu artinya orang tersebut belum bisa menguasai pikiran tidak sadarnya.
  2. Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind) Pikiran Bawah Sadar adalah pikiran yang terbentuk dari pengalaman hidup. Isinya adalah rekaman mengenai apa yang dirasakan, didengar dan dilihat seseorang mulai sejak dalam kandungan. Pikiran bawah sadar membentuk kepribadian, identitas diri, keyakinan, kebiasaan, sifat dan tingkah laku. Pikiran Bawah Sadar juga merupakan gudang memori sejak masa kecil hingga masa kini. Bahkan memori yang sudah terlupakan secara sadar, masih bisa dimunculkan lagi apabila seseorang bisa membuka pikiran bawah sadarnya. Jika Anda mengenal ada orang yang punya mental block, yakin bahwa dirinya tidak mampu, tidak bisa mengubah kebiasaan buruknya atau fanatik terhadap keyakinannya, itu artinya dia terbelenggu oleh pikiran bawah sadarnya sendiri.
  3. Pikiran Sadar (Conscious Mind) Pikiran sadar merupakan pusat dari logika, kehendak, kemampuan analisa, perencanaan dan menciptakan alasan. Inilah bagian yang membedakan manusia dengan hewan dan binatang. Ketika pikiran kehendak pikiran sadar seseorang selaras dengan kehendak bawah sadar, maka tidak akan terjadi masalah. Namun bila terjadi konflik antara pikiran sadar dan bawah sadar, maka berbagai persoalan bisa muncul. Bukan hanya soal kesehatan fisik yang terganggu karena konflik pikiran, kesehatan mental dan kesuksesan seseorang juga sangat dipengaruhi keselarasan pikiran sadar dan bawah sadar.
  4. Pikiran Supersadar (Superconscious Mind) Pikiran Supersadar merupakan pusat kebijaksanaan dan spiritualitas. Dalam pikiran supersadar hanya ada kedamaian, cinta, kebahagiaan dan kebijaksanaan dalam memandang segala sesuatu. Inilah level pikiran yang ingin dicapai para pencari spiritual dari berbagai agama.

 

Banyak orang bermeditasi, beribadah, bertapa, melakukan Yoga, dzikir, thoriqoh dan semacamnya untuk mendapatkan “pencerahan” yang sebetulnya adalah tercapainya pikiran supersadar. Program Penyakit Pernahkah anda mendengar seseorang berkata “Ketika bangun pagi , saya sangat lelah, agar saya bisa segar, saya harus minum secangkir kopi” Orang lain berkata, “Kalau minum segelas susu hangat, saya merasa mual dan mulas”. Atau yang lain berkata, “Dibulan Juli hidung dan tenggorokanku selalu sensitif dan berlangsung sepanjang musim kemarau.” Sayang sekali banyak orang yang tidak tahu bahwa dengan menggunakan kalimat seperti tadi mereka telah membentuk mindset atau pola pikir negatif. Setelah terbentuk mindset ini tersimpan dalam bawah sadar serta menumbuhkan perasaan dan persepsi negatif. Yang dimaksud dengan mindset disini adalah sering memikirkan sesuatu dan menggambarkan bahwa pengalaman tertentu memiliki efek tertentu. Orang yang merasa pusing ketika bangun tidur dipagi hari, itu karena ia selalu berpikir dan membuat gambaran internal tentang kepusingannya itu. Akibatnya, pikiran dan gambaran internal tersebut benar benar membuat ia merasa pusing setiap bangun pagi.

 

Suatu saat ketika Dr. Ibrahim Elfiky memberikan suatu ceramah tentang Filosofi Keberhasilan di Hotel Hilton, Lousiana. AS. Ada orang yang berusia 40-an tahun mendekatinya, sebut saja K. Saat itu terlihat jelas dia sedang menderita influenza. Dan terjadilah dialog di antara mereka:

 

K: Wahai dokter, setiap tahun pada bulan Agustus saya terserang influenza akut sepanjang bulan.

D: sejak kapan anda menderita seperti ini?

K: sudah lebih dari 10 tahun.

D: sebelum itu, apakah kesehatan anda prima?

K: iya…

D: apakah anda masih ingat bagaimana influenza meyerang anda?

K: tidak..! Biasanya ketika saya berkeringat karena cuaca kering dan di terpa hawa dingin, saya pun pasti terserang influenza.

 

Mari kita kaji persepsi orang ini :

  1. Setiap tahun (dengan kalimat ini, dia memastikan waktu yang berkelanjutan)
  2. Pada bulan Agustus (dengan kalimat ini, ia memastikan waktu datangnya influenza, kepastian ini terus terjadi setiap tahun)
  3. Terserang Influenza (dengan kalimat ini, ia memastikan jenis penyakit yang menyerangnya, maka penyakit itu jadi terikat dengan dimensi Waktu)
  4. Ketika saya berkeringat karena cuaca kering dan diterpa hawa dingin (dengan kalimat ini, ia memastikan sebab dan akibatnya)
  5. Sayapun pasti terserang influenza (dengan kalimat ini, ia memastikan akibat dan kenyataan yang ia hadapi setiap tahun)

 

Yang di ungkapkan bapak K adalah sesuatu yang selalu ia pikirkan dan dihubungkan dengan waktu dan tempat, kemudian diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi hingga benar benar terjadi dan bisa ditunggu setiap tahun pada waktu yang sama. Inilah yang disebut Program Penyakit atau mindset atau pola pikir yang menimbulkan penyakit Influenza dari bapak K.

 

Sejatinya dalam setiap aspek kehidupan dan perilaku kita ada mindset. Disetiap ruang dan waktu kita tidak bisa lepas dari mindset. Kita punya mindset tidur yang dipakai ketika harus memutuskan apakah kita harus tidur atau tetap terjaga. Selain itu kita punya mindset bergaul dengan orang lain, baik kerabat, teman atau orang yang belum kita kenal. Kita juga punya mindset makan dan menyantap makanan. Ada yang makan dengan cepat, ada yang lambat, ada yang makan ketika benar benar lapar, ada yang makan meski tidak lapar.

Sebagaimana anda lihat… segala sesuatu dalam hidup ini terbentuk dari program pikiran. Program Pikiran terbentuk dari pikiran tertentu yang terjadi berkali-kali dan hasilnya digunakan dalam kehidupan.

Marilah kita melakukan refleksi sejenak untuk sekedar mengamati dan merasakan kembali berbagai peristiwa yang pernah kita lalui :

 

  • Apakah kita cenderung untuk selalu beruntung?
  • Apakah kita cenderung untuk selalu sial?
  • Apakah kita cenderung untuk mudah sakit?
  • Apakah kita cenderung untuk mudah memperoleh sahabat baru?
  • Apakah kita cenderung untuk bersabar?
  • Apakah kita cenderung untuk marah?
  • Apakah kita cenderung bertemu dengan orang-orang yang tidak menyenangkan?
  • Apakah kita cenderung mudah untuk bertemu dengan peluang bisnis?
  • Apakah kita cenderung untuk terlambat ?Apakah kita cenderung untuk tepat waktu?
  • Apakah kita cenderung untuk mudah memperoleh bantuan?
  • Apakah kita cenderung mudah mendapatkan pinjaman uang?
  • Apakah kita cenderung menjadi tempat orang lain untuk berkeluh-kesah?

 

Dan 1001 kecenderungan lainnya, yang dapat mencerminkan gerakan “Servomechanism”.

Mungkin inilah saatnya bagi kita untuk melenyapkan berbagai “Servomechanism” yang tidak memberdayakan, dan menumbuhkan berbagai “Servomechanism” yang memberdayakan diri kita!

Share This:

Leave a comment

Leave a Comment